Ilmuwan Kenalkan Spesies Tumbuhan Baru ‘Messi’ yang Menakjubkan
JAKARTA, Sebuah tim ilmuwan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bersama Universitas Papua berhasil mengidentifikasi spesies tumbuhan baru di pegunungan Jayawijaya, Papua, pada 12 Oktober 2026. Penemuan itu kemudian dinamai Messi sebagai penghormatan kepada legenda sepak bola Lionel Messi, mengingat pola daun yang menyerupai motif jersey pemain tersebut. Penelitian ini dipublikasikan di jurnal Botanical Research pada minggu ini, menandai kontribusi penting bagi taksonomi flora Indonesia.
Tim peneliti, yang dipimpin oleh Dr. Rina Hartati, menjelaskan proses identifikasi memakan waktu lebih dari dua tahun. “Kami pertama kali menemukan tanaman ini pada ekspedisi 2024, namun baru setelah analisis DNA pada 2026 kami dapat memastikan bahwa ini merupakan spesies baru,” ujar Dr. Hartati dalam konferensi pers di Jakarta. Penamaan Messi dipilih karena keunikan warna hijau mengkilap pada permukaan daun, mirip dengan kilau medali emas yang pernah diraih sang pemain.
Penemuan dan Penamaan Spesies
Penelitian dimulai dengan survei keanekaragaman hayati di kawasan konservasi Lorentz. Selama 15 hari, tim mengumpulkan 23 spesimen yang kemudian dianalisis secara morfologis dan genetik. Hasilnya, Messi termasuk dalam famili Rubiaceae, namun memiliki ciri khas:
- Daun berukuran 8 – 12 cm, mengkilap, dengan pola garis putih menyerupai nomor punggung 10.
- Bunga berwarna merah cerah, berdiameter 2,5 cm, mekar pada pagi hari.
- Buah berukuran kecil, berwarna biru keunguan, mengandung 3 – 4 biji.
Ciri-ciri Morfologi dibandingkan Spesies Sejawat
| Karakteristik | Messi (Baru) | Rubiaceae Lainnya |
|---|---|---|
| Panjang daun | 8–12 cm | 5–9 cm |
| Pola permukaan | Garis putih | Polos atau berbintik |
| Warna bunga | Merah cerah | Kuning atau putih |
| Bentuk buah | Biru keunguan | Merah atau hijau |
Data di atas menunjukkan perbedaan signifikan yang mendukung klasifikasi sebagai spesies baru. Selain itu, analisis genetik mengungkapkan variasi urutan ITS (Internal Transcribed Spacer) sebesar 4,2% dibandingkan spesies terdekat.
Dampak terhadap Konservasi
Penemuan Messi menambah catatan biodiversitas Papua yang sudah kaya. Menurut Badan Konservasi Alam (BKA), wilayah Lorentz menyimpan lebih dari 15.000 spesies tumbuhan, namun banyak yang belum teridentifikasi. Oleh karena itu, penamaan ini diharapkan meningkatkan kesadaran publik dan mendukung upaya pelestarian.
“Keunikan spesies ini dapat menjadi duta bagi konservasi hutan Papua,” kata Budi Santoso, ketua BKA. “Dengan mengaitkannya pada figur global seperti Messi, kita dapat menarik perhatian internasional pada pentingnya melindungi habitat alami.”
Selain meningkatkan profil internasional, penemuan ini membuka peluang penelitian lanjutan tentang potensi farmakologis. Beberapa anggota tim melaporkan kandungan alkaloid yang belum dipelajari, yang berpotensi menjadi bahan baku obat baru.
Reaksi Publik dan Dunia Sepak Bola
Pengumuman penamaan Messi segera viral di media sosial. Penggemar sepak bola di Indonesia dan luar negeri menyambut baik dengan meme dan komentar positif. Lionel Messi sendiri belum memberikan pernyataan resmi, namun perwakilan agensinya mengirimkan ucapan selamat kepada tim ilmuwan.
“Kami menghargai kreativitas ilmuwan Indonesia dalam menghormati warisan olahraga melalui ilmu pengetahuan,” ujar pernyataan resmi agensi.
Di sisi lain, beberapa ahli taksonomi menekankan pentingnya prosedur penamaan yang sesuai Kaidah Internasional. “Penamaan harus tetap mengikuti aturan ICN (International Code of Nomenclature), dan dalam hal ini, prosesnya telah dipenuhi,” jelas Prof. Ahmad Fauzi dari Universitas Gadjah Mada.
Langkah Selanjutnya
Tim LIPI berencana melakukan survei lanjutan untuk memetakan populasi Messi di wilayah sekitarnya. Selain itu, mereka akan mengajukan permohonan status Endangered kepada IUCN, mengingat habitatnya yang terancam oleh penebangan ilegal.
- Monitoring: Penelitian lapangan tiap enam bulan.
- Edukasi: Workshop dengan masyarakat lokal tentang pentingnya pelestarian.
- Kolaborasi: Kerjasama dengan lembaga internasional untuk studi farmakologi.
Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Messi tidak hanya menjadi simbol keindahan alam, tetapi juga katalisator kebijakan konservasi yang lebih kuat. Keberhasilan penemuan ini menegaskan peran penting ilmuwan Indonesia dalam mengungkap rahasia hutan tropis, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk berkontribusi pada ilmu pengetahuan.



