Ekspor Durian, Manggis, Salak ke China Raih Rp5,94 Triliun

Ekspor Durian, Manggis, Salak ke China Raih Rp5,94 Triliun

JAKARTA, Badan Karantina Indonesia (Barantin) mengumumkan bahwa total nilai ekspor durian, manggis, dan salak ke China pada 2026 mencapai Rp5,94 triliun. Angka tersebut mencerminkan peningkatan permintaan buah tropis China serta upaya pemerintah memperluas pasar internasional. Data ini dirilis dalam laporan kuartal ketiga yang mencakup volume, nilai, dan strategi pemasaran baru.

Menurut Dr. Andi Prasetyo, Kepala Barantin, “Peningkatan nilai ekspor ini tidak lepas dari sinergi antara petani, eksportir, dan lembaga karantina yang memastikan kualitas serta keamanan produk.” Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan regulasi yang lebih ramah ekspor tanpa mengorbankan standar fitosanitasi.

Rincian Nilai Ekspor per Buah

Berikut ini tabel yang merangkum volume dan nilai ekspor masing‑masing buah ke China pada 2026:

Buah Volume (ton) Nilai Ekspor (Rp Triliun)
Durian 12,500 3,20
Manggis 8,300 1,45
Salak 5,900 1,29

Data menunjukkan durian tetap menjadi kontributor utama, sementara manggis dan salak menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Durian

Durian menempati posisi teratas dengan nilai ekspor Rp3,20 triliun. Mayoritas kiriman berasal dari provinsi Riau dan Lampung, yang dikenal dengan varietas Musang King. Proses karantina di pelabuhan Tanjung Perak mempercepat clearance, sehingga waktu pengiriman rata‑rata hanya tiga hari laut.

Manggis

Manggis, terutama varietas Purple, menambah Rp1,45 triliun ke total nilai ekspor. Kebun di Sumatera Utara dan Kalimantan Barat meningkatkan standar pemangkasan dan pemupukan organik, yang mendapat apresiasi dari regulator China. Selain itu, sertifikasi GlobalGAP membantu membuka kanal distribusi ritel premium.

Salak

Salak menutup urutan dengan nilai Rp1,29 triliun. Provinsi Bali dan Jawa Barat fokus pada varietas Salak Pondoh yang memiliki kulit tipis dan rasa manis alami. Inovasi pengemasan vakum mengurangi kerusakan selama transportasi, meningkatkan tingkat kepuasan pembeli di pasar China.

Strategi Barantin Memperluas Pasar Tropis

Barantin mengidentifikasi lima langkah utama untuk memperluas jangkauan buah tropis Indonesia:

  • Penguatan fasilitas karantina di pelabuhan utama dengan teknologi deteksi cepat.
  • Pelatihan petani tentang standar fitosanitasi internasional dan praktik pertanian berkelanjutan.
  • Negosiasi tarif dengan otoritas bea cukai China untuk mengurangi beban biaya.
  • Diversifikasi pasar ke negara‑negara Asia Tenggara selain China, seperti Vietnam dan Thailand.
  • Promosi merek buah Indonesia melalui pameran dagang digital dan kolaborasi dengan influencer kuliner.

Langkah‑langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekspor, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok buah tropis premium di pasar global.

Dengan pencapaian nilai ekspor hampir Rp6 triliun, Indonesia menunjukkan bahwa kebijakan karantina yang ketat dapat berjalan selaras dengan pertumbuhan ekonomi. Ke depan, Barantin berencana meluncurkan program “Tropis 2027” yang menargetkan peningkatan volume ekspor sebesar 15 % dan memperluas jaringan distribusi ke tiga negara tambahan. Upaya ini diharapkan memberi manfaat langsung kepada petani kecil serta memperkuat ketahanan pangan nasional melalui diversifikasi pasar.