
BRIN & Swinburne Rilis Riset Daur Ulang Panel Surya
JAKARTA, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama universitas Swinburne Australia mengumumkan peluncuran riset bersama untuk mengembangkan teknologi daur ulang limbah panel surya pada 18 Oktober 2026. Proyek ini berlokasi di Pusat Riset Energi Terbarukan BRIN, Jakarta, dan ditujukan mengurangi volume sampah elektronik sebesar 30 % dalam lima tahun ke depan. Kolaborasi ini memanfaatkan keahlian Swinburne dalam material fotovoltaik serta fasilitas uji coba BRIN yang lengkap.
Limbah panel surya kini menjadi tantangan lingkungan utama di Indonesia. Menurut data Kementerian Energi, lebih dari 15.000 ton panel usang terakumulasi sejak 2020, sementara tingkat daur ulang nasional masih di bawah 5 %. Oleh karena itu, pemerintah menargetkan peningkatan kapasitas daur ulang melalui inovasi teknologi, kebijakan insentif, dan kerja sama internasional.
Tujuan dan Lingkup Penelitian
Penelitian berfokus pada tiga tujuan utama: (1) mengidentifikasi proses kimia yang dapat memisahkan silikon, kaca, dan logam mulia secara efisien; (2) mengoptimalkan biaya produksi bahan baku daur ulang; serta (3) menyusun standar sertifikasi panel surya daur ulang untuk pasar domestik. Tim riset terdiri dari 12 ilmuwan BRIN, 8 peneliti Swinburne, serta 5 pakar industri energi terbarukan.
Metode Daur Ulang Terbaru
Proses Pemisahan Kimia
- Penggunaan larutan basa ringan untuk melarutkan lapisan anti‑refleksi.
- Elektrolisis terkontrol memisahkan logam tembaga dan perak.
- Pengeringan termal menghasilkan kristal silikon berkualitas tinggi.
Pendekatan Mekanik
- Penggilingan ultra‑halus mengubah kaca menjadi serbuk yang dapat dipakai kembali dalam produksi panel baru.
- Sistem filtrasi berlapis memastikan tidak ada kontaminasi mikroplastik.
Dampak Ekonomi dan Lingkungan
Penelitian diharapkan menurunkan biaya produksi panel daur ulang hingga 40 % dibandingkan metode konvensional. Selain mengurangi beban TPA, proyek ini dapat menciptakan sekitar 2.500 lapangan kerja baru di sektor manufaktur hijau.
| Tahun | Limbah Panel Surya (ton) | Target Reduksi (%) |
|---|---|---|
| 2024 | 12.300 | – |
| 2025 | 14.800 | – |
| 2026 | 15.600 (sampai Oktober) | – |
| 2027* | 15.600 | 15 |
| 2029* | 15.600 | 30 |
*Proyeksi berdasarkan skenario optimal riset.
Langkah Selanjutnya dan Kolaborasi
BRIN akan menguji prototipe skala pilot pada akhir 2026 di fasilitas industri di Surabaya. Hasil uji coba akan dibuka untuk publikasi ilmiah dan dijadikan dasar regulasi daur ulang panel surya oleh Kementerian Lingkungan Hidup. Swinburne berkomitmen menyediakan beasiswa penelitian bagi mahasiswa Indonesia, memperkuat transfer ilmu pengetahuan lintas negara.
Dengan dukungan pemerintah, sektor swasta, dan komunitas akademik, inisiatif ini berpotensi menjadikan Indonesia contoh regional dalam pengelolaan limbah energi terbarukan. Keberhasilan proyek tidak hanya mengurangi beban lingkungan, tetapi juga mempercepat transisi menuju ekonomi sirkular yang lebih berkelanjutan.



