
Peneliti BRIN Raih Penghargaan Jateng di Lingkungan dan Pertanian
SEMARANG, Dua peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berhasil meraih penghargaan bergengsi Jawa Tengah pada 15 Oktober 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kontribusi signifikan mereka dalam bidang riset lingkungan dan pertanian, yang diadakan oleh Dinas Penelitian dan Pengembangan Provinsi Jawa Tengah. Kedua ilmuwan, Dr. Anita Suryani (pakar ekologi tanah) dan Dr. Budi Hartono (pakar agronomi), dipilih karena metodologi inovatif serta dampak nyata bagi petani lokal.
Penghargaan ini menandai puncak kerja keras tim mereka selama tiga tahun terakhir, dimulai pada 2023. Selain meningkatkan produktivitas lahan, proyek mereka juga membantu mengurangi emisi gas rumah kaca di wilayah aliran sungai Bengawan Solo. Oleh karena itu, pemerintah provinsi menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga riset nasional dan komunitas pertanian.
Detail Penghargaan dan Kriteria Penilaian
Penghargaan Jawa Tengah 2026 menilai empat aspek utama: keunggulan ilmiah, relevansi kebijakan, penerapan praktis, dan keberlanjutan jangka panjang. Panel juri, yang terdiri dari akademisi, pejabat pemerintah, dan perwakilan industri, menilai setiap proyek dengan skala 1‑100. Dr. Anita meraih skor 92, sedangkan Dr. Budi memperoleh skor 89, menempatkan mereka di urutan pertama dan kedua secara keseluruhan.
Proyek Riset Lingkungan
Dr. Anita memimpin studi “Rehabilitasi Tanah Degradasi dengan Mikroorganisme Endofit”. Penelitian ini memanfaatkan bakteri pengikat nitrogen untuk memperbaiki struktur tanah yang terkontaminasi logam berat. Metode uji lapangan dilakukan di tiga desa di Kabupaten Kudus, dengan monitoring kualitas air dan udara selama 18 bulan.
Proyek Riset Pertanian
Dr. Budi mengembangkan “Sistem Irigasi Pintar Berbasis IoT untuk Padi Organik”. Sistem tersebut mengintegrasikan sensor kelembaban tanah, cuaca real‑time, dan algoritma prediksi kebutuhan air. Hasilnya, penggunaan air menurun 27% dan hasil panen meningkat 15% pada musim tanam 2025‑2026.
| Proyek | Fokus Penelitian | Metode Utama | Dampak Utama | Tahun Pelaksanaan |
|---|---|---|---|---|
| Rehabilitasi Tanah | Restorasi tanah degradasi | Inokulasi mikroba endofit | Penurunan logam berat 40%, peningkatan kesuburan 30% | 2023‑2025 |
| Irigasi Pintar | Efisiensi air pada pertanian padi | IoT sensor + algoritma prediksi | Penghematan air 27%, peningkatan hasil 15% | 2024‑2026 |
Dampak Sosial‑Ekonomi bagi Masyarakat Lokal
Implementasi kedua proyek telah memberikan manfaat langsung kepada lebih dari 1.200 petani di wilayah Purwodadi dan Grobogan. Petani yang mengikuti program irigasi pintar melaporkan peningkatan pendapatan rata‑rata sebesar 18%. Sementara, desa yang menjadi lokasi rehabilitasi tanah kini dapat menanam tanaman pangan tanpa khawatir kontaminasi.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan paket insentif berupa subsidi pupuk organik dan pelatihan teknis bagi petani yang ingin mengadopsi teknologi serupa. Dengan demikian, keberlanjutan proyek tidak hanya terbatas pada fase penelitian, melainkan berlanjut ke kebijakan publik.
Reaksi Para Pemangku Kepentingan
“Penghargaan ini membuktikan bahwa kolaborasi antara BRIN dan komunitas pertanian dapat menghasilkan solusi yang relevan secara lokal,” ujar Dr. Anita dalam pidato penerimaan penghargaan. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Drs. Hadi Pranoto, menambahkan, “Kami akan memperluas program ini ke seluruh provinsi, karena ketahanan pangan dan kualitas lingkungan adalah prioritas nasional.”
Pihak industri juga menunjukkan minat besar. PT AgroTech Indonesia mengumumkan rencana investasi Rp150 miliar untuk mengkomersialkan sistem irigasi pintar di tiga provinsi lainnya. Hal ini diharapkan dapat mempercepat adopsi teknologi pertanian presisi di seluruh Indonesia.
Langkah Selanjutnya
Tim peneliti berencana meluncurkan fase kedua proyek pada awal 2027. Untuk riset lingkungan, fokus akan bergeser ke rehabilitasi lahan gambut, sementara sistem irigasi akan diintegrasikan dengan platform pasar digital untuk memudahkan akses pupuk organik bagi petani kecil. Kedua inisiatif tersebut akan terus dipantau oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) guna memastikan hasil yang terukur.
Secara keseluruhan, penghargaan ini menegaskan peran strategis BRIN dalam memajukan ilmu pengetahuan yang berorientasi pada solusi nyata. Keberhasilan Dr. Anita dan Dr. Budi menjadi inspirasi bagi peneliti muda, sekaligus meneguhkan komitmen Indonesia untuk menjadi pemimpin dalam inovasi berkelanjutan.



